Tak hanya di Bandara, Penumpang Melalui Pelabuhan Gorontalo Mulai Meningkat

Ilustrasi Tempat penumbang di salah satu kapal (Sumber foto: Pixabay)

Bicara Data – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo, Penumpang yang melalui jalur laut lewat pelabuhan penyeberangan/Fery Kota Gorontalo juga mengalami peningkatan meski Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 di Gorontalo masih terus diperpanjang

Tercatat, pada bulan Januari 2021 penumpang yang berhasil berangkat lewat pelabuhan penyeberangan/Fery Kota Gorontalo sebanyak 4,325 jiwa, sementara yang datang ada 3,882 jiwa. Pada bulan Februari mengalami penurunan penumpang yang berangkat, yaitu hanya 2,028, dan yang datang juga menurun menjadi 2,561 jiwa.

Namun, pada bulan Maret, penumpang yang melalui pelabuhan penyeberangan/Fery Kota Gorontalo kembali mengalami kenaikan, di mana yang berangkat ada 2,871 jiwa, dan yang datang 3,080 jiwa. Pada bulan April kembali lagi mengalami penurunan, di mana yang berangkat ada 1,735 jiwa dan yang datang hanya ada 976 jiwa. 

Namun sayangnya, pada bulan Mei penumpang yang melalui pelabuhan penyeberangan/Fery Kota Gorontalo kembali mengalami penurunan yang signifikan yaitu, yang berangkat hanya 939 jiwa saja, tapi  yang datang mengalami kenaikan yaitu 3,217 jiwa. Pada bulan juli, kembali ada kenaikan penumpang meski Pemerintah Provinsi dan kabupaten/Kota menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3.

Tercatat, pada bulan juli, penumpang yang melalui pelabuhan penyeberangan/Fery Kota Gorontalo, yang berangkat ada 3,775 jiwa, dan yang datang ada 3,794 jiwa. Pertanyaannya, apakah Mobilitas yang terjadi di lewat pelabuhan penyeberangan/Fery Kota Gorontalo dapat mempengaruhi peningkatan kasus yang terjadi di Gorontalo?