Oknum NU Sebarkan Ancaman, Bagini Pesan Instruktur GP Ansor Kota Gorontalo

Instruktur Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Gorontalo, Djemi Radji. (Foto: Istimewa)

Penadata, Gorontalo – Instruktur Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Gorontalo, Djemi Radji dalam postingan facebook pribadinya mengatakan, ia meminta Kader Muda Nahdlatul Ulama Kota Gorontalo  merapatkan barisan, Minggu (12/9/2021), malam. 

Dalam postingan itu, Djemi menerangkan, bahwa ia baru saja dihubungi Ketua GP Ansor Kota Gorontalo, Niki Iriandi Ilanunu yang diancam oleh oknum NU atas pandanganya di media online terkait pelaksanaan Konfercab yang dilaksanakan secara sembunyi-sembunyi.

“Malam ini saya ditelpon Ketua GP Ansor Kota Gorontalo Sahabat Niki Ilanunu katanya beliau diancam. Ada preman berjubah NU ancam-ancam ketua saya. Rapatkan barisan!”, tulis Djemi

Tak berselang lama, postingan pendiri Komunitas Gusdurian Gorontalo itu ditanggapi sejumlah netizen. Salah satu netizen, Bayu Anga Samekto Putro kaget setelah membaca postingan. Ia lalu bertanya dan memberi dukungan.

“Ya allah ada apa lagi Niki, siapa itu tidak usah takut, lawan”, tulis Bayu

Sementara, akun facebook bernama Moh Farid Erfandi berkomentar, bahwa ia segera datang merapat demi pimpinan tertinggi di GP Ansor Kota itu. Wakil Satkorcab Banser NU Kota Gorontalo tersebut siap merapat demi keselamatan pimpinannya. 

“Siap Merapat”, tulisnya

Tak hanya itu, akun facebook bernama Aljunaid Abdul Kadir Bakari jelas kaget terkait postingan yang sudah di like 33 akun tersebut. Kader NU di Sulawesi Utara itu bertanya sambil menyematkan emot tertawa. Ia menilai, peristiwa semacam itu hanya terjadi di Gorontalo.

“Wehhh ada lehh begitu di Gorontalo”, tulis Aljunaid 

Akun facebook bernama Sadam Karl Khalidy dalam kolom komentar paling bawah itu menyatakan perintah apa yang ia harus terima. Mantan Ketua Umum PC PMII Kota Gorontalo itu menunggu perintah atas kejadian yang menimpa seniornya. 

“Perintah?”, tanya Sadam

Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (13/9/2021), Djemi Radji mengatakan, bahwa semalam ia menerima capture pesan yang berisi ancaman oleh seseorang yang ditujukan kepada Ketua GP Ansor Kota, Niki Iriandi Ilanunu pada pukul 20.37 Wita, tadi malam.

Dalam pesan itu, kata Djemi, nama oknum NU kota Gorontalo yang sudah mengancam Ketua GP Ansor itu telah ia kantongi untuk dijadikan barang bukti . Namun, Djemi tidak menyebutkan siapa oknum NU tersebut. 

“Kami sudah capture pesan ancamannya yang ditujukan kepada ketua ansor kota. Ini sebagai bukti dan dasar hukum pihak berwajib bertindak.Tak lama kita akan tahu siapa oknum itu, sabar”, kata Djemi

Menurutnya, aturan hukumnya tercantum dalam UU ITE yang baru yaitu Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Pasal 45b dengan hukuman 4 tahun penjara.

“Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi, dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah)”, terang Djemi

Saat ditanya apakah ancaman tersebut berkaitan langsung dengan polemik konfercab NU Kota Gorontalo yang dilaksanakan kemarin? Djemi mengatakan, sangat berkaitan langsung. Sebab, lanjut Djemi, oknum NU tersebut juga anti kritik. 

“Oknum ini dalam menyelesaikan persoalan NU justeru dengan cara-cara preman. Padahal ia ini mengaku orang organisasi dan kader NU, tapi caranya justeru tidak mencerminkan orang organisatoris dan kader NU”, katanya

Mestinya, lanjut Djemi, oknum yang sudah mengancam Ketua Ansor ini mampu menunjukan keteladanan yang baik dalam menanggapi polemik yang ada. Kata Djemi, ada banyak cara yang harus ditempuh dalam menyelesaikan masalah di NU.

“NU bukan organisasi yang menaungi orang-orang bermental preman. Jika saya pimpinan NU, oknum NU seperti ini segera dibawa ke rapat pleno dipecat tanpa hormat”, kata Djemi

Sejauh ini kata Djemi, kader muda NU sangat terbuka menerima perintah dan petuah para pengurus demi kemajuan NU di Kota Gorontalo. Namun kata dia, selama ini, NU di Kota Gorontalo tidak melakukan apa-apa demi kemajuan organisasi terbesar itu.

“NU diibaratkan hanya milik orang-orang tertentu. Jangan heran, NU selalu ketinggalan momentum dan tidak berdaya setiap menyikapi persoalan keumatan”, katanya.