Yandri Adjiji Pertanyakan Anggaran Pangan di Desa Mananggu

Lahan persiapan untuk program Kelompok Wanita Tani (KWT), yang sementara dibajak seluas 1 hektar lebih, di dusun 2/Dokumen Desa Mananggu
Lahan persiapan untuk program Kelompok Wanita Tani (KWT), yang sementara dibajak seluas 1 hektar lebih, di dusun 2/Dokumen Desa Mananggu

Gorontalo – Seorang tokoh masyarakat di Desa Mananggu Yandri Adjiji, pertanyakan anggaran pangan 20 persen tahap satu, yang berkisar mencapai Rp 200 juta lebih, yang menurutnya, anggaran tersebut aplikasinya tidak jelas, Minggu (14/8/22).

Yandri menyoroti, program pengadaan pupuk biota senilai Rp 29 Juta, dan juga Kelompok Wanita Tani (KWT) dengan dana berkisar Rp 40 Juta, yang diprogramkan pada anggaran pangan tahap satu tersebut.

Pasalnya, hingga sekarang kata Yandri, sudah memasuki pada anggaran pangan tahap dua, tetapi realisasi alokasi anggaran pangan tahap satu terhadap dua program tersebut tidak ada.

“Ini yang menimbulkan permasalahan, masalah tentang pengadaan pupuk organik BIOTA dengan anggaran Rp 29 Juta lebih itu, tidak ada fisiknya. Informasi yang saya dapat, itu uang sudah cair, tetapi pihak ketiga dari distributor pupuk itu mengembalikan hanya Rp 10 juta, terus sisa uang dari Rp 29 Juta lebih dikemanakan?,” ucap Yandri

Lanjut Yandri mengenai KWT itu juga, kelompok tani tersebut tak kunjung terbentuk. Padahal kata Yandri, anggarannya sudah dicairkan pada tahap satu.

“Informasi yang saya dapat, ini anggaran tidak ada sama masyarakat KWT, hanya aparat desa yang kelola itu uang Rp 40 Juta. Tidak ada kelompok wanita tani yang dibentuk, oleh pemerintah desa, terus anggaran itu sudah terealisasi?,” kata Yandri kepada NUlondalo.Online

Sementara itu, Kepala Desa Mananggu Noldy Talib, menjelaskan bahwa, untuk program pupuk biota telah dilakukan pembatalan, dan akan diupayakan kepada pihak penyedia lain.

“Sudah dilakukan pembatalan juga, dan masih akan diupayakan untuk pihak penyedia lainnya, walaupun masih belum memenuhi syarat administrasinya untuk penyediaan, maka akan disilahkan untuk dibahas kembali di perubahn,” jelas Noldy Talib

Lebih lanjut, untuk Kelompok Wanita Tani (KWT) kata Noldy, sudah sementara direalisasikan, ada sekitar 1 setengah hektar lebih lahan di dusun 2, yang kini sedang dilakukan pembajakan.

“Kalau  KWT, sementara direalisasi tinggal penanaman, karena terkendala lahan tapi sekarang sementara pembajakan,” ucapnya

Penulis: Rodney

Pos terkait